KONFIGURASI PISAH TRAFFIC PING ARAH CLIENT MIKROTIK

Diperbarui: 18 Oktober 2025


1. Apa Itu Konfigurasi Pisah Traffic Ping Dan Apa Fungsinya?

Kenapa konfigurasi pisah traffic ping arah client dilakukan adalah karena adanya kendala pada monitoring client yang mengalami lonjakan latency ketika traffic limitasi client sedang full, akibatnya ketika traffic sedang full, di system monitoring dianggap down, padahal client tersebut tidak benar” down, melainkan hanya traffic client yang sedang full.

2. Langkah-langkah Penerapan

Buka aplikasi winbox lalu remote mikrotik yang akan kita terapkan rule untuk pisah traffic PING, setting konfigurasi dasar dahulu, jika sudah masuk ke menu IP -> Firewall.

buka menu mangle
Gambar 1.0: buka menu mangle.

Jika sudah membuka menu Firewall, klik tab mangle lalu tambahkan rule baru untuk menandai packet PING (ICMP). Chain pilih forward, Src. Address diisi IP System monitoring yang akan melakukan Ping, Protocol pilih ICMP.

rule packet mark
Gambar 1.1: rule packet mark.

Ke bagian tab Action pilih Mark-Packet, kolom New Packet Mark diisi sesuai nama yang diinginkan, hilangkan centang Passthrough. klik Appy OK.

mark packet
Gambar 1.2: mark packet.

Jika rule mangle sudah dibuat, sekarang pindah ke menu winbox yaitu Queues.

menu queues
Gambar 1.3: menu queues.

Kita tambahkan rule queues baru untuk Traffic Ping, Name diisi dengan nama sesuai keinginan, Target diisi dengan IP Pelanggan yang akan dilakukan pemisahan traffic PING, Max-limit diisi sesuai kebutuhan.

queues traffic ping
Gambar 1.4: queues traffic ping.

Pilih tab Advanced, kolom Packet Mark diisi dengan Packet PING yang sudah kita tandai tadi, Priority dirubah menjadi 1, Queue Type diisi dengan pcq-upload dan pcq-download, klik Apply OK.

note : pastikan rule traffic berada paling atas dari semua rule client.

queues traffic ping advanced
Gambar 1.5: queues traffic ping advanced.

jika rule traffic PING sudah ditambahkan, sekarang menambahkan rule queues untuk client, Name diisi sesuai keinginan, Target diisi dengan IP Client, Max-limit diisi sesuai kebutuhan, klik Apply OK.

queues traffic client
Gambar 1.6: queues traffic client.

sampai disini seharusnya percobaan pemisahan Traffic Ping sudah berhasil dilakukan.


3. Perbandingan

Gambar dibawah adalah koneksi ping sebelum diterapkannya pisah traffic Ping. queues yang atas adalah Traffic PING, yang bawah Traffic Client dan yang kanan adalah Ping ke arah Client, Ping menunjukkan latency yang tinggi dan koneksinya putus nyambung.

sebelum penerapan pisah traffic
Gambar 1.7: sebelum penerapan pisah traffic.

Gambar dibawah adalah koneksi ping sesudah diterapkannya pisah traffic Ping. queues yang atas adalah Traffic PING, yang bawah Traffic Client dan yang kanan adalah Ping ke arah Client, Ping menunjukkan koneksi yang normal tanpa adanya putus nyambung dan latency ping yang sangat rendah.

sesudah penerapan pisah traffic
Gambar 1.8: sesudah penerapan pisah traffic.

**Selesai.** Anda telah mencapai akhir dari topik ini. Silakan pilih topik lain melalui Sidebar di sebelah kiri atau kembali ke Halaman Modul Utama.